ABSTRAK:

Introduction : Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 15-50% kematian ibu disebabkan oleh abortus. Komplikasi abortus berupa perdarahan atau infeksi dapat menyebabkan kematian. Sedangkan jumlah kejadian abortus berdasarkan data yang diperoleh dari buku catatan Rumah Sakit Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar tahun 2013 sebanyak 377 kasus.

Objectives : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara status anemia, paritas dan usia dengan kejadian abortus di Rumah Sakit Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar.

Methods : Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil dan sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang berkunjung di Rumah Sakit Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar periode Oktober-Desember sebanyak 212 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive Sampling. Data yang dianalisis dengan uji alternatif  Chi Square melalui program SPSS.

Results : Hasil penelitian menunjukkan status anemia ρ (0,000) < α (0,05) berhubungan dengan kejadian abortus, paritas ρ (0,674) > α (0,05) dan usia ρ (0,619) > α  (0,05) tidak berhubungan dengan kejadian abortus.

Conclusions : Dalam penelitian ini disimpulkan ada hubungan antara status anemia dengan kejadian abortus, tidak ada hubungan antara paritas dan usia dengan kejadian abortus. Di sarankan agar tetap ada tindak lanjut pada ibu hamil dengan anemia agar kehamilan dengan risiko terjadinya abortus dapat terdeteksi secara dini.

Keywords : Abortus, status anemia, paritas dan usia

Fulltext PDF