AB STRAK

Dalam tiga tahun terakhir, jumlah kasus Malaria di Kecamatan Kabola berfluktuasi. Pada tahun 2011 terdapat 414 kasus malaria, kemudian mengalami penurunan menjadi 107 kasus pada tahun 2012, dan kembali meningkat menjadi 327 kasus pada tahun 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku masyarakat, sosial ekonomi dan penggunaan kelambu dengan kejadian malaria di kecamatan Kabola. Penelitian ini adalah studi analitik dengan desain potong lintang. Sejumlah 180 sampel diambil dari populasi yang berjumlah 327 orang. Sampel diambil dengan probability sampling dengan menggunakan teknik Stratified Random Sampling. Basil analisis menunjukkan bahwa pendidikan (p=0,017), penghasilan (p=0,007), pengetahuan( p=0,016), sikap (p=0,000), tindakan (p=0,012), dan pemakaian kelambu (p=0,021) berhubungan dengan kejadian malaria. Sedangkan pekerjaan (v0,063) tidak berhubungan dengan kejadian malaria. Dapat disimpulkan bahwa kejadian malaria ada hubungannya dengan pendidikan, penghasilan, pengetahuan, sikap, tindakan, dan penggunaan kelambu. Sedangkan pekerjaan tidak ada hubungannya dengan kejadian malaria. Disarankan bagi pemberi pelayanan kesehatan (Puskesmas, Pustu, Polindes, dan Posyandu) agar meningkatkan penyuluhan kepada masyarakat tentang pencegahan, pemberantasan, dan penanganan malaria.

Kata Kunci : Kejadian malaria, perilaku, sosial ekonomi, kelambu.

Fulltext PDF